


Sebelum memutuskan untuk mengambil kredit di bank, sebaiknya ketahui dulu cara menghitung bunga pinjaman tersebut. Sebab dengan begitu, kelak Anda dapat mengelola utang itu dengan baik dan benar. Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Begitu kira-kira kenyataan hidup saat ini.
Mungkin Anda pernah merasakan betapa sulitnya situasi ketika uang di rekening menipis, sementara kebutuhan akan pembayaran tak bisa ditawar-tawar lagi. Misalnya untuk biaya pengobatan, biaya pernikahan anak, dan biaya masuk kuliah anak. Kebutuhan tersebut tentunya bersifat urgent, sementara saldo di rekening sedang cekak. Terbayang bukan, betapa sulitnya jika Anda dihadapkan pada sistuasi itu. Kondisi tersebut sebenarnya banyak dialami pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tatkala ingin membesarkan usahanya.
Selain kerja keras, tentunya pengusaha UMKM juga butuh suntikan modal. Terkadang pengusaha hanya bisa gigit jari meski peluang mengembangkan usaha sudah di depan mata. Pasalnya dana yang dimiliki terbatas, alias tak cukup modal. Dalam situasi tak menguntungkan itu, pelaku usaha biasanya menjadikan bank sebagai tempat alternatif pembiayaan yang strategis dalam bentuk pinjaman bank.
Bagi Anda yang ingin mengajukan pinjaman atau kredit di bank, sebaiknya perhatikan dua hal ini.
Pertama adalah tentang cara menghitung bunga bank. Kedua adalah cara menghitung suku bunga bank.Mengapa kedua hal ini perlu diketahui dan dipahami? Sebab dengan memiliki wawasan akan kedua hal tersebut, Anda akan dapat mencermati sekaligus menganalisis berapa besar kemampuan dalam mencicil. Dengan pengetahuan itu pula, Anda dijamin akan bijak menyikapi utang bank. Karena Anda sudah bisa memprediksi; berapa besaran cicilan yang disanggupi dan berapa lama waktu pinjaman tersebut akan terlunasi. Intinya, jumlah angsuran kredit itu bisa ketahui dengan cara membagi jumlah pinjaman dengan lamanya waktu pembayaran (tenor) dan ditambah bunga pinjaman/kredit.
Sebelum memutuskan untuk mengambil kredit di bank, sebaiknya ketahui dulu cara menghitung bunga pinjaman tersebut. Sebab dengan begitu, kelak Anda dapat mengelola utang itu dengan baik dan benar. Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Begitu kira-kira kenyataan hidup saat ini.
Mungkin Anda pernah merasakan betapa sulitnya situasi ketika uang di rekening menipis, sementara kebutuhan akan pembayaran tak bisa ditawar-tawar lagi. Misalnya untuk biaya pengobatan, biaya pernikahan anak, dan biaya masuk kuliah anak. Kebutuhan tersebut tentunya bersifat urgent, sementara saldo di rekening sedang cekak. Terbayang bukan, betapa sulitnya jika Anda dihadapkan pada sistuasi itu. Kondisi tersebut sebenarnya banyak dialami pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tatkala ingin membesarkan usahanya.
Selain kerja keras, tentunya pengusaha UMKM juga butuh suntikan modal. Terkadang pengusaha hanya bisa gigit jari meski peluang mengembangkan usaha sudah di depan mata. Pasalnya dana yang dimiliki terbatas, alias tak cukup modal. Dalam situasi tak menguntungkan itu, pelaku usaha biasanya menjadikan bank sebagai tempat alternatif pembiayaan yang strategis dalam bentuk pinjaman bank.
Bagi Anda yang ingin mengajukan pinjaman atau kredit di bank, sebaiknya perhatikan dua hal ini.
Pertama adalah tentang cara menghitung bunga bank. Kedua adalah cara menghitung suku bunga bank.Mengapa kedua hal ini perlu diketahui dan dipahami? Sebab dengan memiliki wawasan akan kedua hal tersebut, Anda akan dapat mencermati sekaligus menganalisis berapa besar kemampuan dalam mencicil. Dengan pengetahuan itu pula, Anda dijamin akan bijak menyikapi utang bank. Karena Anda sudah bisa memprediksi; berapa besaran cicilan yang disanggupi dan berapa lama waktu pinjaman tersebut akan terlunasi. Intinya, jumlah angsuran kredit itu bisa ketahui dengan cara membagi jumlah pinjaman dengan lamanya waktu pembayaran (tenor) dan ditambah bunga pinjaman/kredit.
Gencarkan masyarakat cerdas keuangan menuju indonesia emas 2045 bagi “penyandang disabilitas” Acara dilaksanakan pada Hari Selasa tanggal 29 April 2025 Waktu Pukul 09.00 WITA sampai Selesai di Aula Gedung SLBN 1 Sumbawa Barat, Jl. Banjar No 7 kelurahan bugis, Taliwang Sumbawa Barat.
Kegiatan "Gencarkan Masyarakat Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas 2045" sangat penting, apalagi untuk penyandang disabilitas. Banyak dari mereka yang kesulitan mengatur keuangan karena kurangnya informasi tentang cara mengelola uang atau investasi. Dengan program ini, mereka bisa belajar untuk mengelola keuangan dengan lebih baik, meskipun ada keterbatasan fisik.
Program ini juga memastikan penyandang disabilitas bisa mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah. Banyak dari mereka yang kesulitan membuka rekening bank atau mendapatkan layanan keuangan yang mereka butuhkan. Jika akses keuangan lebih terbuka, mereka bisa menabung, berinvestasi, atau meminjam uang dengan cara yang lebih aman.
Selain itu, program ini bisa membantu mereka menghindari penipuan keuangan. Dengan pengetahuan yang lebih baik, mereka bisa lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi atau pinjaman yang tidak jelas.
Dengan adanya program ini, kita juga mendukung tujuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, di mana semua orang, termasuk penyandang disabilitas, bisa hidup mandiri dan berpartisipasi dalam perekonomian. Dengan pemahaman keuangan yang lebih baik dan akses ke layanan yang tepat, mereka bisa mencapai kemandirian finansial dan ikut berkontribusi untuk negara.
Secara keseluruhan, program ini akan membantu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, terutama penyandang disabilitas, yang sering terpinggirkan dalam hal keuangan. Dengan literasi dan akses keuangan yang lebih baik, kita bisa mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera untuk semua.
Dalam pelaksanan Literasi dan Inklusi Keuangan ini di hadiri Narasumber :
Bapak Abdul Ajis, Staf Kepesertaan dan Penagihan BPJS Kesehatan, mengawali penjelasannya dengan mengaitkan pentingnya jaminan kesehatan dengan perencanaan keuangan yang cerdas. Meskipun seseorang telah menabung atau berinvestasi untuk masa depan, tanpa adanya jaminan kesehatan, tabungan tersebut bisa habis begitu saja jika terjadi sakit. Hal ini menunjukkan bahwa memiliki jaminan kesehatan sangatlah penting, terutama dalam menjaga agar tabungan atau investasi yang telah disiapkan tidak hilang hanya untuk biaya pengobatan.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, memiliki perjalanan panjang sejak pertama kali dibentuk. BPJS Kesehatan didirikan berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 dengan tujuan utama untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan akses yang setara terhadap layanan kesehatan. Negara bertanggung jawab untuk menyediakan sistem yang memadai guna menjaga kesehatan semua warganya. Ini menunjukkan betapa pentingnya BPJS Kesehatan sebagai bagian dari sistem jaminan sosial nasional yang wajib diikuti oleh setiap penduduk Indonesia.
Salah satu alasan utama mengapa setiap orang perlu menjadi peserta BPJS Kesehatan adalah karena biaya pelayanan kesehatan yang terus meningkat. Bapak Abdul Ajis memberikan contoh, meskipun seseorang mungkin telah menabung untuk masa depan, jika terjadi risiko kesehatan di keluarga, biaya pengobatan tanpa adanya jaminan kesehatan bisa menghabiskan tabungan tersebut. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan hadir untuk mengurangi beban biaya yang harus ditanggung oleh peserta, sehingga mereka tetap bisa mendapatkan perawatan yang diperlukan tanpa harus khawatir kehabisan dana.
Selain itu, ada pergeseran pola penyakit yang perlu diperhatikan. Dulu, penyakit-penyakit seperti hipertensi, gagal ginjal, dan diabetes banyak menyerang orang tua, namun kini penyakit-penyakit tersebut semakin sering menyerang anak muda dan remaja. Perubahan pola penyakit ini terjadi akibat gaya hidup modern yang berhubungan dengan perkembangan teknologi, perubahan ekonomi, dan pola sosial yang membuat orang lebih rentan terhadap penyakit. Ini menegaskan pentingnya memiliki jaminan kesehatan yang kuat, karena penyakit-penyakit ini tidak mengenal usia dan bisa menyerang siapa saja.
Dengan perkembangan teknologi dan sosial yang cepat, kebutuhan akan jaminan kesehatan yang efektif semakin tinggi. JKN melalui BPJS Kesehatan memberikan perlindungan kepada masyarakat untuk menghadapinya. Program ini bukan hanya berfungsi sebagai jaminan kesehatan, tetapi juga sebagai pelindung keuangan keluarga dalam menghadapi berbagai risiko kesehatan yang bisa terjadi kapan saja.